Jumat, 16 Juli 2021

Hari ini hari ke dua aku belajar menulis.

    Seperti biasa aku pergi bekerja sendiri naik motor, dengan diawali niat dan doa tentunya. Sesampainya di 

sekolah aku  dikagetkan dengan kejadian " kecelakaan " yang dialami oleh seorang tukang yang sedang

bekerja di sekolahku. Oya perkenalkan dulu aku diberi tugas untuk memimpin 2 sekolah, di sekolah ini aku 

menjadi PLT sambil menunggu pengangkatan kepala sekolah yang baru. Nah di sekolah PLT inilah 

kejadian itu, kebetulan di sekolah ini mendapatkan bantuan ringan dari dinas bangunan.

    Darah bercucuran dari kepalanya, aku agak ngeri melihat darah, kami melakukan sebisa mungkin 

pertolongan pertama untuk menghentikan cucuran darahnya. Karena darahnya tidak berhenti juga 

segera kami antarkan  mang Atang tukang yang mengalami kecelakaan itu ke BalKes yang terdekat.

Alhamdulilah dengan pertolongan yang sigap oleh petugas kesehatan itu, akhirnya cucuran darah itu

 berhenti, dan kepalanya mang Atang diperban.

      Mang Atang bercerita bahwa sebenarnya dia bukan seorang tukang bangunan, tapi mang Atang kerja di

 pabrik di Bandung, namun karena pabriknya tutup, akhirnya mang Atang di ajak uanya untuk ikut jadi 

tukang, jadi emang kurang pengalaman katanya.

      Aku suruh mang Atang untuk pulang dan istirahat saja, namun mang Atang menolaknya sambil

 berlinang air mata. Saya istirahat di sini saja ya bu... katanya sambil seperti memaksa...saya takut 

pulang bu, saya kasihan sama istri dan anak saya kalau pulang bu, bisa - bisa mereka ga makan...

Aku terhenyak....ada rasa perih, sedih didada ini...sebegitu susahkah kehidupan mereka???!!!

Ya Allah...keadaan zaman sekarang ini, zaman dimana wabah " CORONA" melanda negara tercinta, 

malah wabah di seluruh dunia ini telah meluluhlantakkan masyarakat kecil seperti mereka.

      Akhirnya ku izinkan mang Atang untuk tetap berada di sekolah, namun tak ku izinkan dulu untuk

 bekerja. Setelah selesai urusan mang Atang, ku melanjutkan pekerjaan rutinku di sekolah.

memeriksa keadaan sekolah, dan melihat dan memberi semangat kepada guru - guru yang sedang

 melaksanakan piket dan pembelajaran zoomnya di sekolah.

    Tak terasa waktu sudah menunjukka pukul 11.30. Sudah terdengar suara pengajian dari mesjid yang

 sebentar lagi akan melaksanakan solat Jumatan bagi kaum laki - laki. Kami pun segera beres - beres untuk 

pulang. Karena dalam kondisi pandemi sekarang ini ada keterbatasan kegiatan waktu di sekolah.

Akupun pulang setelah pekerjaan di sekolah selesai.

Komentar